Angelique Dewi Permatasari : Head of Division Marketing & Communication PT Nutrifood Indonesia |
| Senin, 09 Februari 2009 13:27 | |||||
|
Hal inilah yang dirasakan oleh Angelique Dewi Permatasari hingga mampu bertahan selama 8 tahun bekerja di PT Nutrifood Indonesia dan saat ini dipercaya sebagai Head of Division Marketing & Communication. Bagi Lieke, begitu dia biasa dipanggil, kenyamanan dalam bekerja menjadi kunci suksesnya dalam berkarier. Saat suasana kerja mendukung, otomatis prestasi kerja juga mengikuti. Dianugerahi paras ayu dan berkulit putih, menjadi nilai tambah bagi Lieke untuk berkarier di bidang komunikasi dan marketing. Meski secara akademis, prestasinya di bidang teknologi pangan juga patut diperhitungkan. "Sejak sekolah saya suka pelajaran biologi dan melihat perkembangan pangan cukup pesat, karena sektor pangan tidak akan pernah mati," ujar alumnus SMA Regina Pacis Bogor berbicara soal alasannya memilih jurusan Teknologi Pangan Universitas Padjajaran. Perempuan kelahiran Bogor 19 Februari 1976 ini memulai kariernya dengan sangat mulus. Lulus dari bangku kuliah, dia langsung bekerja di PT Nutrifood Indonesia. Awal ketertarikannya bekerja di Nutrifood karena lokasi pabrik di Ciawi berdekatan dengan rumah orangtuanya di Bogor. Selain itu, informasi yang diberikan oleh salah seorang sepupunya menjadi magnet bagi Lieke untuk menjajal ilmunya di perusahaan yang bergerak di sektor makanan dan minuman itu. Posisi awal yang diembannya kala itu sebagai staf riset & development division, yang bertugas meneliti beragam bahan pembuatan makanan termasuk nutrisi untuk berbagai produk Nutrifood. Selama 2 tahun berkarier di divisi riset & development, Lieke akhirnya pindah ke divisi yang baru yaitu divisi marketing. Selalu belajar Meski dengan keterbatasan pengetahuan tentang pemasaran, tidak menyurutkan semangat Lieke untuk meraih sukses di divisi baru itu. Apalagi, dia langsung dipercaya menjadi bagian dari tim produk unggulan, Tropicana Slim, Hi Lo, dan L-men. Banyak ilmu yang dia pelajari, termasuk kesempatan belajar mengambil keputusan penting untuk sebuah kebijakan perusahaan terkait dengan pemasaran produk yang dia kelola. Salah satu gagasan brilian yang tercetus adalah pergelaran pamer tubuh kaum pria lewat kompetisi L-Men of The Year (LOTY). Sejak digelar untuk pertama kalinya pada 2003, LOTY selalu mendapat sambutan meriah. "Ajang kompetisi itu [L-Men of The Year] bertujuan agar kaum pria tidak malu lagi menunjukkan keindahan tubuhnya," ujar perempuan yang memutuskan menikah dengan Jeffrey Tanuraharja pada usianya yang baru menginjak 24 tahun. Layaknya pekerja, rasa jenuh sempat menggelayuti Lieke, hingga membuatnya berpaling ke perusahaan lain meski tidak lama. Hanya 10 bulan dia menjajal kerja di perusahaan asal Prancis Danone dengan produk andalannya Aqua. Di sana, Lieke menjadi penggagas kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Danone Aqua yang fokus pada lingkungan bernama AKSI Community (Aqua untuk Keluarga Sehat Indonesia). Seakan tidak ingin kehilangan aset inteligent capital yang ada pada Lieke, Nutrifood memintanya kembali ke perusahaan yang berkantor pusat di Pulo Gadung itu dengan posisi baru. "Saya diminta kembali ke Nutrifood dengan posisi sebagai head of marketing & communication," ujarnya. Kini kesibukan ibu dari dua orang putra ini tidak terhitung lagi banyaknya. Apalagi di divisi yang baru, sebagai pemimpin dari staf marketing dan public relation sekaligus membuatnya semakin kaya pengalaman. "Saya banyak belajar dari supplier yang bisa berbagi informasi mengenai profil produk dan tahu tren pasar." Sejak saat itu dia selalu berusaha untuk bekerja secara maksimal dan berupaya meningkatkan reputasi beberapa merek yang dimiliki Nutrifood. Suasana yang nyaman membuat Lieke juga betah berlama-lama tinggal di kantor. Apalagi perusahaan tempatnya bekerja, menurutnya, memberi kontribusi yang positif untuk masyarakat yaitu memberi nutrisi yang sehat. Di tengah kesibukannya, putri tunggal pasangan Anwar Widianto dan Lusianto Susilo ini berupaya semaksimal mungkin menyeimbangkan waktu antara perannya sebagai perempuan karier dan ibu rumah tangga. Akhir pekan Lieke mencurahkan seluruh waktunya bagi keluarga, meski sesekali dia menyalurkan hobinya yaitu berbelanja. Kegiatan itu dilakukannya sering tanpa ditemani anak dan suami. "Sejak kecil saya mandiri, jadi bisa lakukan semuanya sendiri," ujarnya menutup perbincangan. ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
