Merancang Program Loyalitas Konsumen |
| Sabtu, 11 Juli 2009 00:02 | |||||
|
Dimensi ini menunjukkan pembelian ulang secara berkala pada masa datang. Dengan demikian, kunci dari kesuksesan program loyalitas adalah kemampuannya mengubah perilaku pelanggan. Perubahan perilaku diamati dari perilaku beli berulang dari waktu ke waktu. Tujuan utama program loyalitas adalah untuk mempertahankan hubungan pelanggan dengan perusahaan. Dengan mempertahankan hubungan berarti perusahaan menjaga tingkat penjualan, margin, dan keuntungan. Dalam berbagai kajian telah terbukti bahwa pelanggan yang loyal cenderung akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Keuntungan tersebut berupa turunnya biaya pelayanan, tidak sensitif terhadap harga, meningkatkan wallet share, dan keinginan untuk merekomendasikan kepada orang lain. Tidak mengherankan jika banyak perusahaan berusaha meningkatkan loyalitas pelanggan melalui berbagai macam cara. Salah satunya adalah program loyalitas. Saat ini, program loyalitas menemukan berbagai kendala. Sebagai contoh di bisnis kartu kredit, partisipasi pelanggan kartu kredit pada program loyalitas sangat rendah khususnya program point reward. Ini terbukti pada rendahnya penukaran poin. Pada sisi lain program loyalitas justru bersaing dengan program promosi. Pelanggan existing kartu kredit masih menempatkan pentingnya program promosi seperti diskon di merchant-merchant dibandingkan dengan mengikuti secara aktif program loyalitas. Kami juga menemukan kurangnya partisipasi untuk mengikuti program loyalitas di industri telokomunikasi. Beberapa penyebab kurang aktifnya pelanggan dalam program loyalitas adalah kurangnya komunikasi, jenis reward tidak menarik, pelanggan merasa susah untuk mencapai ketentuan yang berlaku (unattainable), persepsi yang salah tentang program loyalitas, dan mekanisme kurang luwes. Untuk mendorong pelanggan bergabung dan berinteraksi dengan program loyalitas setidaknya lima kendala tersebut harus dicarikan solusinya. Sehingga dalam merancang program loyalitas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Agar program loyalitas memiliki dampak optimal, maka perlu sebuah panduan dalam merancangnya. Di bawah ini adalah sebuah matrik di mana kita bisa mempertimbangkan beberapa variabel dalam merancang program loyalitas.
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
Skema loyalitas pelanggan telah menarik untuk dipertimbangkan oleh perusahaan sebagai salah satu praktik pemasaran. Loyalitas pelanggan dipandang sebagai dimensi perilaku.