Kisah Pemasar yang tidak fokus |
| Rabu, 11 Februari 2009 16:18 | |||||
Pada suatu pagi, seseorang yang bernama Mr. X menelpon saya, beliau menanyakan kabar dan setelah berbasa-basi sedikit langsung pada inti pembicaraan; "pak Deni ada order untuk merchandise ga?", lalu saya terlibat pembicaraan dengan Mr. X selama +/- 4 menit dan saya akhiri dengan alasan; "mohon maaf pak X, saya mau meeting nih, next time aja call saya ya".Jujur saja, saya pagi itu tidak ada meeting kok, cuma BT aja meneerima telpon dari seorang "calon supplier yang batal jadi supplier karena kesalahan strategi marketing dia", lalu saya teringat peristiwa beberapa bulan yang lalu, yang membuat saya tidak terlalu merespon business call contact dari Mr. X ini. Begini ceritanya: Beberapa bulan yang lalu kami telah memesan merchandise untuk kegiatan tahunan kami ke supplier tetap yang bernama PT. Y, kita memilih PT. Y menjadi supplier rutin karena puas dengan pelayanan, kualitas produk dan design, serta harganya. Setahu kami PT. Y tidak pernah mensub-orderkan pesanan klien, saya baru tahu mereka mensub-order-kan order saat Mr. X yang mengantarkan pesanan PT. Y bercerita tentang dirinya... Sambil mengecek bersama Mr. X kiriman order tahap I dari 2 x pengiriman, kami berbincang, Mr. X ini memperkenalkan diri lalu berkisah bahwa dia baru saja resign dari pekerjaannya 2 bulan yang lalu dan sekarang memutuskan fokus pada bisnis yang sangat disukainya karena menyangkut minat dan talenta beliau; "graphic design" dan melihat peluang yang sangat bagus di bisnis merchandise, saya juga jujur menyenangi produk karya Mr. X ini, spanduk yang kami pesan luar biasa kualitasnya jika dibandingkan dengan harga dasar (yg Mr. X infokan kepada saya) dibanding harga jual PT. Y ke kami, demikian juga kualitas design kaos, topi, & rompi yang dia buat, sangat artistik sama dengan produksi garment besar. Dengan polos dia bercerita bahwa PT. Y itu men sub kon ordernya ke dia, tapi saya tidak terlalu menanggapi, lalu Mr. X memberanikan diri menawarkan produk dan jasanya langsung kepada kami, lalu kami terlibat pembicaraan tentang design garment (yang saya sangat awam), awal mula dia terjun di bisnis ini, dan dari pihak saya bercerita tentang organisasi tempat saya bekerja, singkat kata saya tertarik juga untuk memasukkan Mr. X dalam listing calon supplier kami berikutnya, lalu saya berikan kartu nama saya dan meminta kartu nama beliau, saat memberikan kartu nama beliau bilang habis, adanya kartu nama dia dengan header sebuah perusahaan asuransi, karena dia juga nyambi jadi agent asuransi katanya, tidak apa-apa saya bilang, yang penting saya tahu nomor telepon Bapak yang bisa kami hubungi. Kesal dengan kejadian ini saya spontan menelpon PT. Y dan komplain atas perilaku sub-kon mereka yaitu Mr. X yang memanfaatkan waktu pengiriman order untuk memasarkan produk lain yang walau sudah ditolak dengan halus tetap memaksakan penawaran dengan cara yang tidak etis, lalu menyalahgunakan database mitra kerja kami di perusahaan Y dengan untuk promosi dengan menjual nama saya, walaupun kesal saya tetap "merahasiakan" penawaran Mr. X atas penjualan langsung merchandise ke saya, saya hanya komplain masalah dia mencoba menawarkan asuransi saja, lalu PT. Y meminta maaf dan berjanji akan mempertimbangkan untuk tidak menugaskan Mr. X ke kantor kami lagi, lalu dengan jujur PT. Y berkata bahwa Mr. X adalah mitra produksi mereka dan dia juga sudah mendengar beberapa komplain serupa dari kliennya, mereka saat ini sedang mempertimbangkan untuk memutus hubungan mitra produksi dengan Mr. X karena membuat reputasi PT. Y menjadi buruk dimata klien katanya. Diedit kembali dari artikel personal blog di: http://deni-ds.blogspot.com/2007/08/kisah-penjual-yang-tidak-fokus.html#links
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
Pada suatu pagi, seseorang yang bernama Mr. X menelpon saya, beliau menanyakan kabar dan setelah berbasa-basi sedikit langsung pada inti pembicaraan; "pak Deni ada order untuk merchandise ga?", lalu saya terlibat pembicaraan dengan Mr. X selama +/- 4 menit dan saya akhiri dengan alasan; "mohon maaf pak X, saya mau meeting nih, next time aja call saya ya".