e-Marketing

Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,3/task,userProfile/user,62/">R. Pradopo</a>   
Selasa, 27 Januari 2009 23:32

Teknologi telah mengubah dunia bisnis menjadi lebih cepat dan efisien. Bahkan, di beberapa industri, teknologi telah menjadi keunggulan bersaing. Perkembangan teknologi yang begitu cepat memaksa setiap pelaku usaha untuk berpikir bagaimana menjadikan teknologi sebagai keunggulan bersaing di pasar.

Proses bisnis harus mengalami reengineering agar pemanfaatan teknologi informasi sebagai pendukung fungsi bisnis khususnya pemasaran menjadi fit.

Pembicaraan tentang bagaimana e-Business dan Internet mengubah praktik pemasaran telah menjadi isu penting dalam pengembangan ilmu pemasaran. Isu ini akan membawa transformasi pemasaran secara dramatis, dan akhirnya akan mengarahkan pada kinerja bisnis yang superior.

Setelah gagalnya bisnis dotcom pada 2000-an, dampak potensi teknologi informasi dievaluasi kembali, sehingga menghasilkan sebuah potensi transformasi di bidang pemasaran. Teknologi informasi memiliki peranan penting dalam mendukung dan meningkatkan praktik bisnis dan pemasaran.

Perusahaan di Indonesia terutama B to B telah menggunakan e-Marketing sebagai pelengkap saluran pemasaran tradisional dan juga memiliki peluang sebagai keunggulan bersaing.

Sebelum strategi penggabungan teknologi informasi dilakukan, kita harus mengetahui praktik-praktik pemasaran terbaru. Berdasarkan kerangka contemporary marketing practices (CMP), praktik pemasaran dibedakan dalam empat tipe:

 

  • Transaction Marketing (TM), pendekatan tradisional 4P untuk menarik pelanggan pada segmen pasar tertentu. Misalnya, consumer banking salah satu bank di Indonesia hanya berfokus pada aktivitas eksternal termasuk iklan.

     

  • Database Marketing (DM), penggunaan alat database untuk memilih khalayak sasaran pada segmen tertentu. Misalnya, perusahaan consumer goods mengembangkan sebuah database pelanggan dan mengintegrasikan database dengan aktivitas pemasaran eksternal.

     

  • Interaction Marketing (IM), pengembangan interaksi personal antara karyawan dan pelanggan individu. Misalnya, pelayanan profesional seperti klinik kesehatan atau kantor bantuan hukum di mana pelayananya didasarkan pada interaksi face-to-face.

     

  • Network Marketing (NM), pengembangan hubungan antara pelanggan dan perusahaan melalui jaringan. Misalnya, untuk meningkatkan pelayanan, pabrikan otomotif membangun sebuah hubungan bisnis dengan perusahaan yang bergerak di jasa keuangan.

    Meskipun praktik TM, DM, IM, dan NM berbeda, bukan berarti mereka berdiri sendiri. Kerangka CMP menyarankan keempat hal tersebut untuk saling terintegrasi pada level yang berbeda atau bahka saling melengkapi.

    Namun, perkembangan e-Business dan Internet telah mengubah kerangka CMP. Perubahan tersebut mempertimbangkan asosiasi praktik pemasaran dengan IT-enabled interactivity. Kemudian muncul aspek kelima dari CMP yaitu e-Marketing.

    Dalam hal ini e-Marketing (eM) merupakan aspek pemasaran dengan menggunakan Internet dan teknologi interaktif untuk menciptakan media dialog antara perusahaan dan pelanggan yang teridentifikasi.

    Dan, eM dikarakteristikkan sebagai aspek yang bergantung pada teknologi untuk meningkatkan interaktivitas dan ini yang membedakan dengan keempat aspek lainnya. Selain itu, eM melibatkan sebuah dialog secara elektronis yang memberikan akses informasi kepada pelanggan individu, dan sebagai akibatnya, penggunaan teknologi interaktif akan memberikan informasi tentang pelanggan kepada perusahaan. Karena itu eM didukung oleh teknologi interaktif lainnya yang berhubungan dengan customer relationship management, aktivitas penjualan, penelitian, analisis, dan perencanaan.

    Bahkan, eM juga terhubung dengan praktik pemasaran DM, NM, dan IM. Sebagai contoh, eM focus terhadap dialog real time yang dimungkinkan dan dimediasi oleh teknologi informasi, dan juga pengembangan dari DM. Komunikasi yang tercipta bukan satu arah, melainkan memanfaatkan data pelanggan agar lebih personal dan interaktif.

    Sama halnya dengan DM, eM juga mampu berkolaborasi dengan NM, pelanggan dan perusahaan dapat dihubungkan secara elektronis, dan ini berimplikasi terhadap terciptanya sebuah produk atau layanan yang lebih customize.

    Penetrasi eM ke dalam bisnis proses atau aktivitas pemasaran memang membutuhkan pengetahuan yang cukup. Dan, eM merupakan cara baru untuk berkompetisi yang berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Akan lebih baik jika program pengadopsian teknologi ke dalam praktik pemasaran akan mengungkapkan sisi kesulitannya, terutama dari sisi sumber daya manusia.

    Sumber : bisnis.com

  • Comments
    Search
    Only registered users can write comments!

    3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

     

    Login

    CB Login

     

    Who's The Star

    Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

    Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

    Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

    Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

    Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

    Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

    Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

    Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

    Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

    feed image