Membangun Brand ala Starbucks Melalui Kemitraan

Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,27/task,userProfile/user,62/">Administrator</a>   
Selasa, 27 Januari 2009 23:41

Membangun Brand tidak selalu dalam bentuk beriklan di media namun ada juga cara lain yang bisa kita terapkan untuk mendukung perluasan dan penyebaran brand serta produk kita. Starbucks banyak menyebutkan cara-cara yang dilakukan melalui pendekatan emosional kepada entitas di sekitar mereka dengan melakukan intensive communication. Salah satu yang menarik adalah salah satu konsep mereka yang menyebutkan bahwa mitra (karyawan) mereka dipersilahkan membawa pulang satu pon kopi tiap minggunya, sehingga mereka dapat menikmati produk seperti halnya pelanggan.

Konsep ini menarik dan kalau kita perhatikan perusahaan-perusahaan multinasional ada yang menerapkan konsep seperti ini. Perusahaan menyediakan produk yang diberikan kepada karyawan mereka sehingga karyawan mendapatkan experience yang sama seperti halnya mereka memberikan experience kepada pelanggan mereka. Dengan jalan ini perusahaan mendapatkan keuntungan yang strategis, yaitu :

- Kepuasan karyawan
- Promosi gratis

Dari dua alasan di atas saja, investasi perusahaan akan menjadi sebuah investasi yang menarik karena echo-effect dari investasi tersebut tentu akan menjadi luar biasa. Karyawan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelayanan perusahaan akan memberikan kontribusi dan kualitas kerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang memiliki karyawan dengan tingkat kepuasan yang rendah terhadap perusahaan tempat mereka bekerja. Di satu sisi produk hasil produksi yang diberikan kepada karyawan akan memberikan kontribusi promosi yang baik terhadap customer terutama akan meningkatkan kualitas kepercayaan atas produk yang diproduksi.

Bagaimana jika perusahaan Anda bukan perusahaan yang memiliki produk yang bisa dikonsumsi/digunakan oleh karyawan Anda?Hal ini dapat diatasi dengan menginvestasikan dana dalam bentuk local merchandises yang mungkin dipesan dari unit usaha di sekitar perusahaan Anda atau mitra bisnis perusahaan Anda. Local Merchandise berkualitas dan valuable yang diberikan secara berkala kepada karyawan juga sama baiknya seperti konsep di atas.

Tentu masih banyak cara-cara sederhana yang dapat digunakan untuk membangun brand usaha Anda disamping cara-cara di atas seperti misalnya social activities, rewards, pendidikan/pelatihan bagi masyarakat sekitar, dsb.

Jadi jangan lupa bahwa bisnis bukan semata memperkaya diri, namun juga menunjukkan tanggung jawab terhadap mitra sebagai penggerak roda bisnis Anda. Investasikan nilai-nilai bisnis yang didasari oleh sudut pandang yang berbeda sehingga memberikan Anda perspektif baru yang mampu mendukung bisnis Anda.

Setuju?

 

Sumber :

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Login

CB Login

 

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

feed image