Djarum Menolak Biaya Pitching di Indonesia |
| Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,3/task,userProfile/user,62/">Administrator</a> | |||||
| Kamis, 22 Januari 2009 18:05 | |||||
|
Djarum Indonesia, produsen rokok ke-tiga terbesar, menjadi pihak pengiklan pertama yang menolak membayar biaya pitching kepada agensi-agensi yang ikut serta sejak Persatuan Periklanan Indonesia (PPPI) tahun lalu memperkenalkan protokol pitching. Djarum, yang sebelumnya telah mengundang beberapa agensi untuk mengikuti pitching atas merek dagang LA Lights milik mereka, saat ini mengambil sikap diam perihal isu seputar biaya pitching tersebut, sehingga menyebabkan 3 agensi terpaksa mengundurkan diri, yaitu: Ogilvy & Mather, Publicis dan Hakuhodo.Sebanyak 40 agensi local dan multinasional, yang kesemuanya adalah anggota PPPI, telah menandatangani protokol pitching yang mengharuskan pemberian biaya pitching. Kelompok tersebut dikenal sebagai Kaukus. Draft FCB, satu-satunya agensi multinasional yang belum tergabung di dalam Kaukus tersebut, bersama beberapa agensi kecil lain masih menangani Djarum Irfan Ramli, Sekretaris Jenderal PPPI menyatakan: “Kami tidak dapat memaksa pihak pengiklan untuk membayar biaya pitching. Kaukus akan mengadakan rapat di awal bulan September dan di sana kami akan membahas serta mengambil sikap terhadap masalah seperti ini.” Ramli menekankan bahwa sejauh ini Kaukus cukup sukses, dan telah berhasil meyakinkan sejumlah besar pengiklan kelas kakap untuk membayar biaya pitching. Partai politik Golkar, Indosat, Pertamina, Sampoerna, Gudang Garam dan Permata Bank adalah perusahaan besar yang harus membayar biaya pitch baru-baru ini. Dalam kasus Partai Golkar, yang melibatkan 23 agensi, biaya pitch dibayarkan hanya kepada agensi anggota Kaukus. Djarum sebelumnya ditangani oleh Dentsu Indonesia, yang melepaskan akun tersebut awal tahun ini.
Sumber: Adoimagazine
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
