Tren Penguatan Rupiah? |
| Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,25/task,userProfile/user,88/">arinosan</a> | |||||
| Kamis, 15 Oktober 2009 08:15 | |||||
Pekan lalu merupakan momen pembuktian keperkasaan rupiah. Setelah hampir 5 pekan rupiah berfluktuasi di bawah Rp10.000, mata uang yang tercatat berkinerja terbaik di Asia itu berhasil membukukan rekor penguatan tertinggi dalam setahun terakhir.Rupiah mampu melenggang ke Rp9.360 per dolar AS. pada perdagangan Kamis pekan lalu, mendekati catatan terbaik pada Oktober 2008 sekitar Rp9.200 per dolar AS. Isyarat penguatan rupiah sebenarnya mulai terbaca sejak awal pekan. Meskipun demikian, pencapaian fenomenal rupiah bagi para analis ataupun periset bukanlah suatu 'hal yang luar biasa'. Sprint rally rupiah tersebut sesuai dengan prediksi para analis karena mata uang itu memang memiliki semua faktor pendukung. Dari sisi fundamental, sebagai contoh, kinerja perekonomian Indonesia cukup bisa dibanggakan karena masih mencatat angka positif, bahkan Bank Indonesia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 4%-4,5%. Pemain pasar yakin perekonomian akan semakin membaik, terutama dalam hal ekspor. Dalam survei Trade Confidence Index yang dilakukan HSBC belum lama ini, pebisnis Indonesia tercatat memiliki tingkat kepercayaan tertinggi di dunia tentang perbaikan perdagangan internasional. Apalagi dengan komoditas sebagai basis kekuatan perdagangan di Tanah Air, masa depan perdagangan luar negeri menjanjikan prospek cerah seiring dengan perbaikan kinerja ekonomi dunia yang akan membutuhkan banyak bahan baku berbasis komoditas. Laporan keuangan yang dicatatkan beberapa perusahaan pada kuartal III/2009 juga menunjukkan angka positif, sehingga mengembuskan sentimen menyejukkan ke bursa global ataupun regional. Situasi kondusif juga ditunjukkan angka yang positif di industri jasa Amerika Serikat, peningkatan lapangan kerja di Australia, dan pertumbuhan prospek penjualan mesin di Jepang. Perbaikan kinerja ekonomi global ini mendongkrak minat investasi di aset-aset berisiko (risk appetite) serta sektor komoditas. Belum cukup Ada beberapa pemain pasar yang menilai penguatan nilai tukar rupiah pada saat ini belum terlalu besar setelah beberapa mata uang utama dunia mulai berhasil menguat ke level sebelum krisis. Meskipun BI mulai 'tak nyaman' dengan fluktuasi rupiah dengan kecenderungan menguat tersebut, para trader yakin rupiah masih punya peluang naik. Suriyanto Chang, Kepala Divisi Treasury PT Bank OCBC NISP Tbk, melihat masih adanya tren positif bagi rupiah untuk menguat hingga Rp9.000 per dolar AS. Hal itu dibarengi upaya bursa lokal menjajal level penguatan baru hingga mendekati level tertingginya pada tahun lalu yaitu 2.800. Meskipun aksi profit taking ikut mewarnai pergerakan rupiah pascapencapaian rekor tertingginya, mata uang domestik itu pada saat ini diperkirakan sulit melemah ke level Rp9.500 per dolar AS. Kita masih menunggu beberapa laporan keuangan kuartal III/2009 dari sejumlah perusahaan baik dalam maupun luar negeri pada pekan ini. Mungkinkah kita masih akan menyaksikan pencapaian rekor baru rupiah sepanjang pekan ini? Kita tunggu saja meskipun kita tahu bank sentral akan siap mengadang jika kurs rupiah terlalu tinggi dan membebani daya saing ekspor. ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
Pekan lalu merupakan momen pembuktian keperkasaan rupiah. Setelah hampir 5 pekan rupiah berfluktuasi di bawah Rp10.000, mata uang yang tercatat berkinerja terbaik di Asia itu berhasil membukukan rekor penguatan tertinggi dalam setahun terakhir.