|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Jumat, 29 Oktober 2010 19:58 |
|
PT Medco Energi Internasional Tbk membukukan laba bersih US$17,98 juta per akhir September 2010, naik 18,44% dibandingkan US$15,18 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan hari ini menunjukkan penjualan naik 31,21% menjadi US$632,77 juta dibandingkan dengan sebelumnya US$482,23 juta. Pendapatan terbesar diperoleh dari penjualan minyak dan gas, yang selama 9 bulan pertama tahun ini mencapai US$411,42 juta.
Sumbangan kedua diperoleh dari penjualan kimia dan petrokimia yang mencapai US$88,06 juta. Sementara itu, pendapatan dari kontrak sebesar US$73,74 juta, serta penjualan listrik dan jasa terkait sebesar US$59,54 juta. Jumlah utang perseroan hingga akhir September mencapai US$1,35 miliar atau naik 15% dibandingkan dengan US$1,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
|
|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Selasa, 12 Oktober 2010 12:44 |
Indeks harga saham gabungan pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/10/2010), berhasil bertahan di zona hijau meski hanya bergerak sedikit dari posisi pembukaan. Bahkan, indeks sempat terpeleset di zona merah pada perdagangan sesi kedua ini. IHSG ditutup naik tipis 0,05 persen pada 3.548,746. Sektor perkebunan menjadi penopang utama indeks, sedangkan basic industry menjadi pemberat indeks pada perdagangan awal pekan ini.
Indeks Kompas100 naik 0,24 persen, indeks LQ45 meningkat 0,26 persen, dan Jakarta Islamic Index menguat 0,36 persen.
Pada perdagangan hari ini terdapat 103 saham naik, 105 saham turun, dan 78 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 5,911 triliun dari 144.359 kali transaksi dengan volume 6,191 miliar saham.
Saham Indofood (INDF) yang terdera berita razia Indomie di Taiwan menjadi salah satu penekan indeks. INDF melorot 4,41 persen ke posisi Rp 4.875 per saham.
Anak perusahaan INDF, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) juga menjadi salah satu perusahaan yang masuk dalam top lossers dengan turun 4,39 persen menjadi Rp 5.450 per saham.
|
|
|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Kamis, 04 Februari 2010 21:05 |
Saham-saham di Wall Street pada perdagangan Rabu (3/2/2010) waktu setempat, mayoritas berada di zona merah, Setelah dua hari rally (naik panjang). Para investor menarik nafas dulu, sambil menunggu data-data ekonomi baru.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 26,30 poin (0,26 persen) pada 10.270,55. Kemudian indeks Standard & Poor’s 500 turun 6,04 poin (0,55 persen) menjadi 1.097,28.
Sementara indeks komposit Nasdaq berhasil naik 0,85 poin (0,04 persen) ke posisi 2.190,91, setelah sempat berada di jalur negatif.
"Pelaku pasar menarik nafas sejenak, setelah membuat saham naik hamir tga persen dalam perdagangan Senin dan Selasa lalu," sebut analis Briefing.com dalam catatan kliennya.
Sementara analis Charles Schwab & Co. menyebutkan, investor mungkin mengambil untung dari rally tersebut, menghadapi laporan laporan akhir bulan mengenai buruh pada Jumat ini.
|
|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,10/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Selasa, 22 Desember 2009 13:27 |
|
Saham-saham di Wall Street AS terdorong naik pada Senin (21/12/2009) waktu setempat, di tengah optimisme mengenai perbaikan ekonomi dan harapan adanya rally sinterklas menjelang menjelang liburan Natal minggu ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 85,25 poin atau 0,8 persen pada 10.414,14 setelah sempat melonjak 129 poin pada awal perdagangan. Kemudian, indeks Standard & Poor’s 500 naik 11,58 poin atau 1,1 persen menjadi 1.114,05 dan indeks komposit Nasdaq bertambah 25,97 poin atau 1,2 persen ke posisi 2.237,66.
"Kekhawatiran mengenai status utang pemerintah global dan memudarnya kegelisahan mengenai kesehatan sektor keuangan Eropa membantu dukungan sentimen di Wall Street," kata para analis.
Investor melihat meningkatnya tanda-tanda bahwa perekonomian AS rebound, tetapi ada kekhawatiran Federal Reserve akan memperketat kondisi kredit. "Akan ada pembicaraan mengenai rally sinterklas minggu ini," kata analis Briefing.com, Patrick O’Hare, tetapi memperingatkan bahwa setiap pasar yang selama periode ini tak bergairah bisa juga memicu penjualan.
Investor juga akan memonitor serangkaian data ekonomi yang akan dirilis pada awal Selasa yang bisa mencerminkan langkah pemulihan ekonomi, di antaranya revisi terakhir pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal ketiga, diperkirakan tidak berubah pada 2,8 persen.
Laporan yang juga akan dirilis adalah penjualan rumah baru dan rumah yang telah ada serta pendapatan dan pengeluaran pribadi.
Editor: Edj
Sumber : ANT, AFP
|
|