|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,13/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Selasa, 27 Oktober 2009 23:39 |
|
Tidak terasa, kita sudah memasuki penghujung bulan Oktober. Sudah sebulan libur Lebaran terlewati dan sekarang sudah menyongsong libur Natal dan libur akhir tahun (dua bulan lagi, bersabarlah kawan-kawan). Namun dalam sukacita kita mengingat masa-masa indah liburan kemarin atau membayangkan liburan ke depan, jangan sampai kita melupakan kewajiban-kewajiban kita semua, termasuk membayar tagihan kartu kredit dari belanja kita kemarin.
Sebagian besar dari kita kemungkinan pengguna kartu kredit. Memang, selain mempermudah belanja, menggunakan kartu kredit juga dapat membantu kita secara efektif meminjam uang selama sebulan tanpa bunga, bila kita disiplin dalam membayar tagihan. Sebaliknya, bila kita tidak disiplin, beban bunga dari kartu kredit ataupun penalti dari keterlambatan pembayaran dapat 'mencekik' keuangan Anda.
Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kiranya Klabers bisa mencamkan sejumlah poin penting berikut:
1. Disiplin dalam penggunaan: Kartu kredit bukanlah uang ekstra. Semua pembelanjaan harus kita bayarkan bulan berikutnya apabila kita ingin tetap bebas dari beban bunga. Karena itu, gunakanlah kartu kredit untuk belanja yang sudah dianggarkan saja, yang mana kita memiliki kemampuan untuk segera melunasinya.
2. Jangan tergoda promosi: Salah satu daya tarik menggunakan kartu kredit adalah seabreg promosi yang ditawarkan. Namun demikian, jangan sampai promosi ini mendorong Anda untuk berbelanja di luar kebutuhan, berapapun besar diskon yang ditawarkan. Manfaatkan promosi untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan anggaran.
3. Lunasi seluruh tagihan: Bunga kartu kredit adalah salah satu bunga tertinggi dalam sejarah perkreditan Anda. Bayangkan, dengan bunga 3% per bulan saja, bunga per tahun sudah sebesar 36%, belum memperhitungkan beban bunga yang berbunga lagi. Bila kita tidak membiasakan diri melunasi seluruh tagihan, kita dapat terjebak dalam ?~jeratan' bunga yang sulit untuk dilepaskan.
4. Perhatikan beban terkait kartu kredit: Ingat, penggunaan kartu kredit juga memiliki beban-beban yang sebelumnya mungkin tidak Anda sadari, misalnya, biaya materai dan biaya transfer via ATM. Sedapat mungkin minimalkan biaya-biaya ini dengan cara menggunakan satu kartu kredit saja dan dari bank dimana Anda memiliki tabungan/ATM untuk menghilangkan biaya transfer. Juga, ingatlah selalu tanggal jatuh tempo tagihan karena denda keterlambatan juga cukup lumayan (sekitar Rp75 ribu untuk kartu jenis gold). Bila Anda termasuk orang yang malas jalan ke ATM, aturlah supaya Anda dapat membayar lewat auto debit atau via internet. Juga, gunakan poin reward untuk membayar iuran tahunan kartu kredit.
5. Bila sudah terlanjur berutang, kurangi beban bunga secepatnya: Jika Anda sudah terlanjur berutang melebihi kemampuan membayar di bulan berikutnya, berkreasilah. Anda dapat mencoba mengurangi beban bunga yang timbul dengan cepat. Banyak penyedia kartu kredit yang menawarkan transfer balance dengan bunga 0% untuk beberapa bulan pertama. Manfaatkan tawaran ini, terutama apabila kondisi lainnya serupa (tanpa annual fee atau annual fee sama). Selain itu, lunasi beban pokok secepatnya, cobalah sampai batas kemampuan Anda. Jangan pernah melakukan pembayaran minimum jika tidak ingin menjadi hamba kreditur Anda.
Tidak sulit bukan? Sebenarnya tidak, bila Anda mau sedikit berdisiplin. Saya teringat anekdot yang mengatakan bahwa ?~salah satu perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak adalah apakah dia membayar tagihan kartu kreditnya tepat waktu atau tidak, apakah jumlah keseluruhannya atau hanya cicilan minimum'. Maka itu, dewasalah dengan kartu kredit Anda! Gunakan dengan cerdas!
Lucky Ariesandi, CFA Perencana keuangan independent Director KeluargaCerdas123.com
Sumber: www.Okezone.com
|
|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,13/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Rabu, 14 Oktober 2009 07:11 |
|
Tren kenaikan harga emas per tahun minimum 20 persen menjadi acuan pilihan investasi terbaik disaat fluktuasi dolar yang tidak stabil, kata Staf Marketing PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk Ferdi Suryana di Jakarta, Rabu.
Selama tiga tahun terakhir, harga emas cenderung naik. Pada tahun 2007 harga emas Rp 184 ribu per gram, kemudian tahun 2008 naik menjadi Rp 269 ribu per gram, sedangkan kenaikan emas hingga Januari 2009 sebesar Rp 311 ribu per gram. "Dilihat dari tahun 2000 hingga sekarang, tren harga emas cenderung mengalami kenaikan terus menerus, dan dapat dijadikan pilihan tepat untuk investasi," kata Ferdi di Jakarta, Rabu. Berdasarkan data PT ANTAM Tbk, kenaikkan harga emas pada tahun 2000 hingga bulan Januari 2009 meningkat Rp 244 ribu per gram atau sebesar 364,17 persen.
Ferdi mengatakan investasi emas menjadi pilihan paling aman di tengah kondisi perekonomian dunia yang naik turun. Dalam perdagangan hari ini, PT Aneka Tambang Tbk membuka harga emas sebesar Rp 320 ribu per gram.
"Harga ini cocok untuk masyarakat mulai membeli dan menginvestasikan dananya dalam bentuk emas," katanya. Sementara itu, tren investasi logam mulia seperti emas di masyarakat, kata Fredi, masih sangat kurang.
"Masyarakat masih belum banyak mengenal investasi emas karena menganggap repot dalam penyimpanannya, dan lebih banyak yang tergiur oleh iming-iming hadiah dari pihak-pihak penawar investasi lain," katanya. Ferdi menambahkan bahwa di Indonesia masih minim infrastruktur yang dapat menjadi perantara investasi emas.
"ANTAM sendiri saat ini bekerja sama dengan Bursa Berjangka Jakarta, namun kami rasa masih kurang agresif," katanya.(*)
|
|
|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,13/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Selasa, 13 Oktober 2009 18:58 |
Di musim luruh bunga seperti sekarang, bank-bank menggeber kucuran kredit pemilikan rumah (KPR). Mereka pun berlomba menawarkan berbagai pemanis demi memikat calon debitur. Agar tak salah pilih, tentu calon nasabah KPR harus cermat memilih.
Pertama, pilihlah bank yang punya divisi khusus KPR. "Ini akan menjamin kenyamanan dan keamanan nasabah," saran Mike Rini dari kantor perencana keuangan Mike Rini & Asociates.
Kedua, perhatikan bunga KPR tersebut. Maklum, besarnya patokan bunga ini sangat menentukan besar angsuran tiap bulan. Ada baiknya Anda memilih bank yang mengutip bunga rendah. Biasanya, bank juga menetapkan bunga tetap (fixed rate) selama beberapa tahun pertama dan bunga mengambang (floating rate) sesuai dengan bunga pasar di tahun-tahun berikutnya.
Jangan lupa tanyakan besaran bunga yang berlaku untuk nasabah lama. Dengan mengetahui selisih bunga antara nasabah baru dan nasabah lama, Anda bisa membandingkan patokan bunga bank bila bank sudah memberlakukan floating rate atau ada tren kenaikan suku bunga.
Direktur Bisnis UOB Buana Safrullah Hadi Saleh menuturkan, biasanya bank menetapkan jatuh tempo berlakunya floating rate. "Nasabah harus mengikuti kesepakatan yang dibuat di awal," katanya.
Ketiga, perhatikan berbagai biaya yang ditetapkan bank dalam penyaluran KPR. "Sebab, biaya ini harus dibayarkan oleh calon debitur sebelum kredit cair," ajar Mike. Biaya yang lazim dibebankan bank dalam penyaluran KPR, antara lain biaya administrasi, provisi, biaya notaris, dan biaya asuransi.
Keempat, perhatikan pula fasilitas kredit. Anda harus menanyakan adanya opsi pelunasan, baik sebagian atau seluruhnya. Simak juga tentang kemungkinan fasilitas over kredit. Jangan lupa, tanyakan biaya penalti yang dikenakan bank plus sistem perhitungannya. Ada bank yang mematok biaya penalti berdasar nilai pelunasan atau sisa kredit. "Nasabah harus cerdik menghitung biaya ini," ajar Mike.
Namun, sebelum menjatuhkan KPR, tetapkan rumah dan lokasi rumah sesuai dengan kriteria Anda. Jangan memilih lokasi rumah yang terlalu jauh, karena itu akan memberatkan keuangan Anda. (KONTAN/Dyah Megasad)
|
|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,13/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Selasa, 13 Oktober 2009 13:00 |
1. Kebiasaan mengucap syukur Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.
2. Kebiasaan berpikir positif Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.
3. Kebiasaan berempati Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.
4. Kebiasaan mendahulukan yang penting Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.
5. Kebiasaan bertindak Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.
6. Kebiasaan menabur benih Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.
7. Kebiasaan hidup jujur Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.
|
|