Ekonomi Syariah Perlu "Good Governance"

Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,22/task,userProfile/user,62/">Administrator</a>   
Selasa, 27 Januari 2009 23:10

perbankanJAKARTA, SABTU - Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, pengembangan ekonomi syariah perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola yang baik (good governance) lembaga-lembaga yang menjalankan sistem syariah.

"Faktor yang perlu diperhatikan adalah good governance, tata kelola, supaya bisa tumbuh berkesinambungan. Kita khawatir sekali, kalau seandainya infrastruktur termasuk governance itu tidak dibangun, karena kalau sistem ekonomi yang baru dibentuk gagal nantinya akan dijauhi masyarakat," katanya di Jakarta, Sabtu (24/1).

Menurut dia, selain penguatan tata kelola yang baik bagi lembaga-lembaga syariah, setidaknya terdapat faktor lainnya yang berpengaruh bagi pengembangan ekonomi syariah.

Pertama mempersiapkan masyarakat agar memahami instrumen-instrumen yang ada dalam ekonomi syariah. "Yang kita sebut masyarakat ekonomi syariah itu tidak hanya paham industri keuangan terkait syariah, tetapi juga kelembagaannya, mulai dari perbankan, pasar modal , asuransi, dan dana pensiun. Itu semua harus disiapkan," katanya.

Kedua, terkait dengan sistemnya. "Seperti sistem teknologinya, kebijakannya, prosedur, itu semua mesti disiapkan," katanya.

Ketiga, kesiapan sumber daya manusianya. "Sumber daya manusia yang sangat kompeten. Jadi kalau tidak punya sumber daya manusia yang kompeten nanti perkembangannya akan terbatas," katanya.

Terakhir menurut Agus, adalah dengan memperluas pasar ekonomi syariah sehingga penggunanya tidak saja masyarakat muslim namun juga nonmuslim. Menurut Agus, ekonomi syariah bukan saja hanya dilakukan oleh masyarakat muslim tapi juga untuk semuanya.

Menurut Agus, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia lebih lambat bila dibandingkan negara-negara tetangga. Namun demikian, ia mengatakan penerbitan UU Surat Berharga Syariah Negara dan UU Perbankan Syariah pada 2008 kemarin diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah.

Sementara itu Pengamat Ekonomi Syariah Adiwarman Karim menyatakan sependapat dengan Agus, bahwa pengelolaan ekonomi syarih perlu dilaksankan dengan profesional.  "Profesional tetap diperlukan, tata kelola yang baik tetap nomor satu, jangan sampai kita hanya berbicara ekonomi syariah tapi dalam pekasanaannya justru kalah sama ekonomi konvensional," katanya.

Sumber : kompas.com

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Login

CB Login

 

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

feed image