Omset 40 juta dari boneka maskot |
| Senin, 02 Maret 2009 02:30 | |||||
|
Peluang ini memberi inspirasi bisnis pada Didin Saepudin. Ia mulai menggarap bisnis boneka maskot perusahaan sejak tahun 2004. Awalnya, dari hanya menjajakan boneka di pasar, ia bertekad membuat segmentasi khusus: menyasar perusahaan-perusahaan. Caranya, dengan membuat boneka maskot perusahaan. Didin mengakui, pemain bisnis boneka sudah berjubel. Makanya, ia membidik segmen spesifik, yakni khusus boneka maskot perusahaan. Kala itu, dengan modal cuma Rp 2 juta, Didin hanya mampu memproduksi sekitar 100 boneka maskot per bulan. Meski produksi masih sedikit, keuntungannya lumayan buat mengembalikan modal awal dalam tempo cepat. Lambat laun, boneka maskot Didin mulai terdengar di telinga banyak orang. Pelanggan pun berdatangan. Demi menyanggupi tingginya permintaan, Didin menambah jumlah pekerja dari satu orang menjadi 10 orang seperti sekarang. Butuh pekerja terampil Saat ini, bermarkas di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Didin menggulirkan roda bisnisnya. Beberapa perusahaan beken pernah menjadi kliennya, seperti Hotel Aryaduta, Singapore Airlines, Hotel Milenium, PT Telkom, Bank Kaltim, dan banyak lainnya. Untuk menggaet lebih banyak pelanggan, Didin tidak cuma memakai media internet sebagai ajang promosi. "Saya juga tawarkan lewat obrolan teman dan langsung ke perusahaan," imbuhnya. Boneka maskot perusahaan buatan Didin tersebar ke beberapa kota, seperti Jakarta, Medan, Kalimantan, Semarang, Batam, dan Bali. Ia memproduksi minimal 4.000 boneka per bulan. Didin membanderol harga boneka bikinannya berkisar Rp 7.500 sampai Rp 25.000 per buah, tergantung ukuran, bahan, bordir, dan permintaan klien. Dengan mematok harga segitu, Didin mengaku bisa mendulang omzet sekitar Rp 40 juta per bulan. Laba bersihnya terbilang lumayan, yakni 20 persen-30 persen dari pendapatan kotor tersebut. Tergiur mendengar omzet besar bisnis boneka maskot perusahaan? Didin bisa menunjukkan jalannya kalau Anda berminat bermain di bisnis ini. Yang diperlukan adalah tenaga pekerja yang terampil. "Karena membut boneka itu susah, harus punya pekerja terlatih," ujar Didin. Bila dihitung-hitung, unttuk memulai bisnis boneka maskot perusahaan, Anda harus merogoh kocek sebesar Rp 25 juta sebagai modal awal. Selain bermodal duit, Anda juga harus pintar memasarkan produk Anda, dan bisa menunjukkan hal berbeda dari pesaing lain. Bingung dengan proses produksinya? Begini ringkasnya. Pertama-tama klien memberikan desain boneka maskot perusahaan yang mereka inginkan. Kemudian, Anda sebagai produsen akan membuat contoh maskot yang sudah jadi. Setelah contoh maskot disetujui, proses produksi mulai dari menjahit sampai membordir bisa segera berjalan. Selama ini, Didin menggunakan bahan baku buat boneka maskot seperti nilek, velboa, dan raspur. Bagaimana, Anda berminat? (Dessy Rosalina/Kontan)
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
Siapa bilang bisnis boneka tidak melulu membidik pasar anak-anak?. Orang dewasapun kini mulai tertarik pada boneka. Bahkan, boneka sekarang bisa menjadi pemanis di ruang-ruang kantor, entah berupa maskot perusahaan atau sekadar aksesori.