Modal Kecil, Laba Cepat Ditangguk

Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,5/task,userProfile/user,62/">Administrator</a>   
Kamis, 22 Januari 2009 18:17

distroSejak kemunculannya, usaha distribution outlet (distro) kian diminati. Kini, usaha ini semakin menjamur di tiap-tiap kota di Indonesia. Selain karena modalnya yang minim, usaha ini juga dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat. Distro yang memiki target market kalangan muda ini, memiliki perputaran uang yang sangat cepat karena anak muda selalu mengikuti mode.

Populasi anak muda di Indonesia cukup besar, meski mereka tidak memiliki penghasilan tetap, namun daya beli mereka cukup lumayan. Alasan inilah yang memicu Gus Suroso (27) untuk mendirikan Brickwall, distro di kawasan Sagan, Yogyakarta.

Meski baru buka pertengahan 2007 lalu, namun Brickwall memilki pangsa pasarnya sendiri. Sebut saja, anak muda usia 15-25 tahun, pelajar SMA, dan mahasiswa. Namun, konsumen dengan usia 40 tahun ke atas juga banyak yang menyambangi Brickwall. "Yang om-om, bapak-bapak juga banyak," kata Agus.

Perkembangan distro di Yogyakarta sangat pesat. Hingga kini terdapat lebih dari 55 distro di seantero Yogyakarta. Agus menyebut, dengan semakin banyaknya jumlah kompetitor justru membuat usaha distro yang dikelolanya semakin ramai.

Untuk promosi, Agus terbilang rajin menyebar brosur. Selain itu, dia juga membuat souvenir, seperti stiker dan gelang untuk dibagikan gratis kepada konsumen yang datang. Usahanya terbilang sukses. Buktinya, dia bisa mencapai omset hingga 35 juta per bulan.

Brickwall menawarkan desain baru dan tidak memproduksi dalam jumlah massal. Karena itu, dia mengaku dituntut untuk selalu mempunyai kreativitas. Khususnya dalam menghasilkan berbagai produk, seperti t-shirt, dan jaket."Produk limited edition, untuk satu desain kemeja hanya membuat maksimal sebanyak 1 lusin. Karena itu, kreativitas tidak boleh habis," tuturnya.

Dia menuturkan, sebenarnya tidak perlu mengeluarkan banyak untuk memulai berinvestasi pada distro. Cukup Rp 500.000, sudah bisa berusaha pada bisnis ini. Dana sebesar itu dipergunakan untuk membuat beberapa baju dengan desain menarik. Untuk menjualnya, tinggal melakukan pendekatan kepada teman pribadi.

Namun, pada saat Agus membuka Brickwall, dia membutuhkan modal sekitar Rp 18 juta yang sebagian besar dia habiskan untuk dekorasi toko. "Kalau untuk produk modalnya tidak besar. Cuma untuk dekorasi dan toko saja yang habis banyak," ujar Agus.

Dalam waktu yang relatif tidak lama, Agus sudah bisa merasakan balik modal. Untuk penjualan ritel, satu baju bisa mendapatkan keuntungan antara 20 persen hingga 30 persen. Dia berharap dalam waktu dekat, akan kembali membuka distro di berbagai daerah lainnya.

========================

Brickwall
Jl Prof Yohanes Sagan CTV No 90 Yogyakarta
Telp : 0274 - 7806131

 

Sumber : Kompas.com

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Login

CB Login

 

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

feed image