Kebab Baba Rafi Merajalela |
| Minggu, 08 Maret 2009 01:25 | |||||
|
Percaya atau tidak, ide cemerlang dari bisnis makanan yang sukses ia bangun merupakan buah dari wisata kuliner yang pernah dijalaninya. “Saya sering mencoba aneka makanan ke berbagai daerah dan banyak bertanya untuk itu,” kata Hendy. Namun satu kunci sukses usahanya menurut Hendy tak bisa ditinggalkan adalah senantiasa jeli menangkap peluang yang ada.
Ya, Kebab Turki Baba Rafi (KTBR), nama bisnis yang membuat Hendy terkenal ke penjuru Tanah Air, dimulai setelah ia ‘kesemsem’ dengan makanan Timur Tengah bernama kebab ketika ia berkunjung ke Qatar. Agar dapat diterima baik oleh lidah, KTBR diolah sehingga sesuai dengan citarasa masakan Indonesia. Ketekunannya tak sia-sia. Bisnis yang baru dibangunnya pada tahun 2003 dan diwaralabakan mulai 2004 tersebut kini telah berkibar dengan 120 cabang di 20 kota. Dan satu kabar gembira bagi warga Ibukota Jakarta. Jika sebelumnya hanya mendengar nama, di tahun 2007 ini KTBR akan menjadi mudah ditemui. “Jika sebelumnya tidak ada di Jakarta, tahun 2007 ini KTBR akan hadir. Untuk tahap pertama sudah ada perjanjian kerjasama untuk 30 outlet. Target Saya akan ada tambahan hingga nantinya 100 cabang di Jakarta,” urai Hendy. Selain menu andalan KTBR, ia juga masih menawarkan Yummy Burger, bisnis yang pertama kali ia jalani, juga hotdog dan berbagai jenis kebab lainnya. Mengalir dengan Sendirinya Talenta untuk menjadi seorang wirausaha muda terbukti tak harus karena turunan atau warisan dari keluarga. Hendy dibesarkan bukan dalam keluarga yang sehari-hari berkutat dengan bisnis usaha pribadi. Ibunya seorang guru, dan Bapaknya pegawai sebuah perusahaan minyak, pada awalnya justru menginginkan Hendy seperti kebanyakan orang tua lainnya. Sekolah, kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan bonafit. Tapi itu lah, merasa lebih cocok dengan dunia wirausaha, pria yang nyaris menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) ini justru memilih keluar dari institusi untuk menekuni bisnis. Semangatnya makin terpacu dengan segudang aktifitas penunjang bisnis. Mengikuti seminar-seminar entrepreneurship, dan bergabung dengan berbagai komunitas bisnis seperti Entrepreneur University dan Greenleaf. Sederetan penghargaan pun diraihnya. Diantaranya The Indonesian Small Medium Business Award dari 2006 versi Wirausaha dan Keuangan dan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21 dari Profesi Indonesia. Selain juga masuk dalam 10 Tokoh Pilihan yang Merubah Indonesia di tahun 2006 versi Majalah TEMPO, ia juga memperoleh penghargaan Enterprise 50 tahun 2006 versi Majalah SWA, tercatat sebagai nominator Asian Young Entrepreneur best under 25 years dari Business Week Asia Magazine. Meraih Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21 versi Profesi Indonesia, Achievement Man of The Year 2007 versi Profesi Indonesia, dan Indonesian Best Entrepreneur versi IPA 07 Lantas apakah ayah tiga anak ini pernah punya keinginan bekerja seperti tuntutan orang tuanya dulu? Jawabannya, tidak. “Jika Saya bekerja di sebuah perusahaan orang lain, Saya tidak mungkin punya waktu jam begini (jam 2 siang-Red) bersama anak-anak. Dengan punya usaha sendiri waktu lebih fleksibel,” urai Hendy. Bicara waktu yang tersita untuk mengurus bisnis, bagi Hendy juga tak ada masalah. “Saya bekerja dalam koridor hobi, jadi berapa pun waktu yang terpakai tidak terasa,” Hendy menutup percakapan. (SH)
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |
