Bisnis pernak pernik Partai |
| Rabu, 18 Februari 2009 21:06 | |||||
Setiap gelaran acara partai, ada satu hal yang tak pernah luput dari pandangan. Jajaran puluhan penjual pernak-pernik partai. Seakan, satu event partai tak ingin mereka lewatkan untuk meraup rezeki. Dari mana ya, informasi acara-acara partai mereka dapatkan?
Dua orang penjual pernak-pernik partai di arena Rapat Konsultasi Nasional Golkar, Rabu (18/2), mengaku rajin mengonsumsi informasi di media. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya koran yang dibaca, browsing internet pun dilakoni. "Saya dapet informasinya dari koran, Mbak. Ya berapa bulan ini rajin buka-buka koran, lihat informasi pemilu," kata Iwan (28) yang menjual aneka pin, bros, dan bed, di Kantor DPP Golkar, Slipi. Sejumlah pengurus harian atau petugas di kantor-kantor partai pun dijadikannya sebagai informan. Terkadang, informasi tentang acara-acara partai itu didapatkan secara berantai. "Tapi kadang aja dapet info dari orang partainya. Seringnya saya dapet di koran," lanjut Iwan. Lain Iwan, lain Neno. Ia mengaku lebih memanfaatkan teknologi. Sebab, usaha keluarga yang telah dirintis bertahun-tahun sudah menyebar ke seluruh wilayah di Tanah Air. Alhasil, media internet menjadi andalannya untuk mengetahui berbagai acara partai di daerah. "Ada orang yang khusus cari informasi. Sering juga browsing internet, di daerah mana ada acara partai apa. Pokoknya jangan sampai ada yang lewat. Kalo kebetulan di daerah itu ada cabang saya, ya kirim barang dari sini," ujar Neno. Stok barang 38 partai peserta pemilu pun sudah disiapkan sejak akhir tahun lalu. Omzet Rp 1 juta hingga Rp 10 juta per hari Keuntungan yang diraih para penjual ini terbilang lumayan. Iwan, bisa mendapatkan hingga Rp 1 juta per hari untuk penjualan aneka pin-nya. Sementara Neno, untuk jas, kaos dan polo shirt, bisa meraup pendapatan sekitar Rp 10 juta per hari. "Yang rame kalo acaranya skala nasional kaya gini. Bisa sampe Rp 40 juta sehari, karena mereka enggak cuma beli satu atau dua potong. Bisa pesen sampe ratusan buat dibawa ke daerah," kata Neno. Memanfaatkan momen pemilu, apa yang mereka harapkan dari pemilu? "Saya enggak punya harapan apa-apa. Yang penting, ada pemilu saya dapet uang. Itu aja," jawab Iwan santai.
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Login
CB Login
Who's The Star
Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ... Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010 |
Build Your Dream (BYD) : Wang ChuanfuTanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang... Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010 |
Marni: Pengrajin Sulam Usus LampungManusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su... Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010 |

