Moment Of Change

Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,29/task,userProfile/user,62/">Muk Kuang Author Think and Act like A Winner</a>   
Rabu, 28 Januari 2009 00:11
Tanggal 20 Januari 2009 nampaknya menjadi sejarah baru bagi masyarakat Amerika dengan terpilihnya Barrack Obama sebagai Presiden ke 44 mereka. Jutaan orang memadati area tempat pelantikan Obama untuk menyaksikan secara langsung momen yang ditunggu-tunggu. Tak hanya di Amerika saya rasa, masyarakat Indonesia pun tak ingin ketinggalan menyaksikan pelantikan sekaligus pidato Obama sebagai Presiden melalui saluran televisi. Dari beberapa rekan yang saya tanya, rata-rata mereka begitu antusias menyaksikan pelantikan ini karena ingin melihat Barrack Obama berpidato. Isi pidato beliau bagi sebagian orang sangat inspiratif dan menunjukkan optimisme yang besar. Hal ini bisa kita saksikan ketika Obama menyerukan pesan - pesan pentingnya, diikuti dengan tepukan tangan yang meriah dari warganya.


....On this day, we gather because we have chosen hope over fear, unity of purpose over conflict and discord......

....In reaffirming the greatness of our nation, we understand that greatness is never a given. It must be earned.....

....Starting today, we must pick ourselves up, dust ourselves off, and begin again the work of remaking America......

.....For the world has changed, and we must change with it........

......Our challenges may be new. The instruments with which we meet them may be new. But those values upon which our success depends — honesty and hard work, courage and fair play, tolerance and curiosity, loyalty and patriotism - these things are old. These things are true. They have been the quiet force of progress throughout our history....


Pernyataan diatas adalah sebagian yang saya kutip dari pidato Obama pada saat inagurasi. Banyak pesan positif yang tersirat dari pernyataan diatas. Ajakan untuk bekerja keras, Ajakan untuk membangun sebuah harapan dan bukan ketakutan, Ajakan untuk menciptakan sebuah kesatuan dan bukan perpecahan, Ajakan untuk bangkit dan membenahi Amerika, dan ajakan untuk berubah sesuai dengan pesan awal beliau saat kampanye.

Sebuah pesan yang juga bisa kita pakai untuk hidup pribadi, pesan yang juga bisa diaplikasikan untuk membangun kembali bangsa kita. Indonesia bukan bangsa kecil. Potensinya begitu besar. Dibutuhkan komitmen dan peran serta masyarakat yang positif untuk bahu membahu menciptakan suatu terobosan yang bernilai. Negara-negara lain seperti Amerika misalnya sudah sibuk memikirkan apa yang harus dilakukan untuk perbaikan negara, jadi bukan lagi saatnya bagi kita untuk terus menerus mengeluh, protes, menyalahkan satu sama lain, atau sampai menjatuhkan orang lain, melainkan yang kita butuhkan saat ini adalah mental yang sehat dan tindakan yang sehat pula untuk membangun negeri ini. Tak ada yang tak mungkin kalau masing-masing dari kita mau mencoba mengupayakan itu semua. Saatnya untuk berubah teman.

May God Bless Indonesia :)

Salam Pemenang!


Muk Kuang
Author 'Think and Act like A Winner'
Speaker, Trainer
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
http://ignatiusmk.blogspot.com
Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Login

CB Login

 

Who's The Star

Manusia-Manusia Terkaya di Hongkong 2010

Majalah Forbes kembali memperbarui survei mereka mengenai orang terkaya di Hongkong. Majalah Forbes Asia melaporkan Li Ka-Shing yang juga Chairman Cheung Kong Holding Ltd sebagai orang terkaya dengan ...

Who's The Star | Jumat, 5 Februari 2010

Build Your Dream (BYD) : Wang Chuanfu

Tanpa kapital berarti, hanya dalam 14 tahun Wang Chuanfu mampu mengibarkan diri jadi orang terkaya di Cina. Apa yang membuatnya dikagumi sebagai kombinasi Thomas Edison dan Jack Welch sehingga seorang...

Who's The Star | Kamis, 21 Januari 2010

Marni: Pengrajin Sulam Usus Lampung

Manusia berhak mengubah nasib masing-masing. Jalan menyulam dipilih Marni Nazarudin (39) pada 2005 dan mengantarkan dirinya menjadi perajin sulaman usus, kerajinan kain khas Lampung, yang terbilang su...

Who's The Star | Senin, 18 Januari 2010

feed image