|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,7/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Selasa, 12 Oktober 2010 12:41 |
|
Terhitung Minggu (10/10/2010), Batavia Air beroperasi secara penuh di Terminal 1C, sehingga semua proses keberangkatan dan kedatangan sepenuhnya dilakukan di Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta. Demikian siaran pers Batavia Air yang diterima Kompas.com.
Disebutkan, pemindahan ini dilakukan untuk peningkatan pelayanan dan kenyamanan bagi pelanggan Batavia Air, disamping itu Terminal 1C juga telah direnovasi dan didesain sedemikian rupa untuk menunjang pelayanan yang maksimal bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan
Pada saat ini Batavia Air mengoperasikan sekitar 57 penerbangan setiap harinya yang berangkat dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta. "Dengan rata-rata penumpang 8.000 orang per hari, pemindahan ke Terminal 1C ini dirasa memberikan solusi yang tepat agar pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih optimal," sebut Direktur Niaga Batavia Air H.Pandiangan saat meresmikan pemindahan operasional ke Terminal 1C.
Adapun peresmian penggunaan Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta sendiri sudah dilakukan oleh Menteri BUMN pada tanggal 13 Juli 2010 lalu, dengan ditandai dengan pemindahan pesawat Batavia Air dari Terminal 1B ke Terminal 1C. Namun kepindahan maskapai itu ke Terminal 1C dilakukan secara bertahap.
Batavia Air saat ini mengoperasikan lebih dari 170 penerbangan setiap harinya dan melayani 39 kota tujuan di seluruh Indonesia, serta 5 kota tujuan Internasional yaitu Guangzhou (Cina), Kuching (Malaysia), Singapore, Jeddah dan Riyadh (Saudi Arabia). Batavia Air mempunyai 36 armada pesawat yang terdiri dari Boeing 737-300, Boeing 737-400, Boeing 737-500 Airbus A-319, Airbus A-320 dan Airbus A330.
|
|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,7/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Senin, 14 Desember 2009 21:54 |
|
Saya melihat sekarang ini...beberapa tahun belakangan ini, fenomena menggeliatnya entrepreneurship di Indonesia ini sangat membanggakan. Banyak bermunculan Young Entrepreneur, yang begitu bersemangat untuk memulai usaha atau bisnis sendiri. Ini memang patut untuk diacungi "Dua Jempol Tangan". Salut!!!
Sebagai seorang yang punya usaha atau berbisnis sendiri, tentunya Anda menginginkan kesuksesan yang berkesinambungan bukan? Apalagi bagi Anda yang baru saja memulai membuka usaha atau baru bisnis sendiri, tentu punya harapan besar untuk selalu bisa bertahan dan semakin meningkatkan bisnis Anda sendiri secara berkesinambungan. Benarkah begitu? Pastilah Anda menjawab: BENAR!!!
Nah, berkaitan dengan maraknya Dunia Entrepreneurship saat ini, Saya ingin berbagi dengan Anda, rekan-rekan Entrepreneur atau Anda yang mau terjun sebagai Entrepreneur...tentang beberapa hal yang semestinya dipunyai oleh setiap Entrepreneur, jika mereka menginginkan Kesuksesan yang Berkesinambungan.
Di sini, Saya melihat ada 6 (Enam) Kekuatan Inti, yang harus dipunyai seorang Entrepreneur Sukses, yaitu:
1. KEKUATAN IMAN (Faith Power) • Kekuatan Iman, "tidak bisa tidak"...merupakan hal paling pokok dan paling penting...nomer satu yang mesti dimiliki oleh Entrepreneur. Kekuatan Iman, selain mengartikan bahwa kita memang wajib percaya, bahwa ALLAH pasti akan menolong kita...juga mewajibkan kita untuk "mengimani" atau meyakini apa pun jalan yang telah kita tempuh itu memang benar adanya. Jangan jadi orang yang selalu ragu-ragu...begitu... Percaya Diri saja! • Dengan Iman, kita akan menjadi makhluk yang selalu pandai bersyukur, senang membantu sesama, dan tidak pernah tinggi hati.
2. KEKUATAN PIKIRAN (Mind Power) • Kekuatan Pikiran artinya, kita jangan gampang berpikir untuk menyerah, jangan mudah untuk berpikir tidak mampu. Karena apa pun yang kita pikirkan tersebut...benar adanya, dan pasti segera berwujud menjadi kenyataan. Karena, Ingatlah! pikiran kita punya kekuatan super... Super Mind Power!!! Pikirkanlah hanya hal-hal positif! Jadi jangan meremehkan pikiran kita sendiri ya...entar menyesal belakangan deh...
3. KEKUATAN KESEHATAN (Healthy Power) • Kekuatan Kesehatan mengingatkan kita semua, agar selalu menjaga kesehatan fisik maupun psikis, kesehatan raga dan jiwa. Jangan sampai kita terlena dengan hanya berusaha dalam bisnis, sehingga melupakan kesehatan...akhirnya kita jatuh sakit secara fisik maupun psikis. Ini bisa menyebabkan bisnis kita hancur berantakan!!! Uang kita juga bisa habis hanya untuk berobat ke dokter, ke paranormal...ke dukun...
4. KEKUATAN IMPIAN (Dream Power) • Kekuatan Impian tidak diragukan lagi, sebagai mesin penggerak menuju cita-cita kita. Tanpa impian, jangan harap kita bisa bergerak menuju kesuksesan. Dengan impian, kita menjadi bersemangat luar biasa prima saat bergerak menuju cita-cita. Tanpa impian, kita pastinya yaa diam aja di tempat...dan capee' deh...diam melulu!
5. KEKUATAN KEMAUAN (Will Power) • Kekuatan Kemauan tentu saja juga harus kita punyai. Lha kalau tidak ada kemauan, bagaimana bisa ada jalan? Yaa nggak? Kata orang bijak kan begini: "Dimana Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan". Dengan kemauan tinggi pula, kita bisa menjadi orang yang sangat kreatif. Sehingga selalu ada jalan keluar bagi setiap permasalahan. Berbagai ide-ide besar dan cerdas juga bisa keluar karena kekuatan kemauan yang tinggi.
6. KEKUATAN JARINGAN (Networking Power) • Nah ini, Kekuatan Jaringan juga wajib dimiliki seorang Entrepreneur. Kita mesti berusaha untuk mempunyai banyak teman...gitu maksudnya. Tapi yaa nggak sembarangan teman lho, harus teman pilihan...mesti milih teman lah kita ini... Kalau nggak milih teman, wah...kita bisa keliru berteman dengan garong, maling, penyelundup, koruptor...berabe kan? Oleh karena itu, untuk membangun Kekuatan Jaringan ini kita wajib pilih teman yang se-visi bisnis (ini lebih diutamakan), sebab kan kita lagi menggalang dukungan untuk bisnis kita, yaa nggak? Jadi bangunlah Kekuatan Jaringan Bisnis...
Oke, saat ini baru Saya simpulkan ada 6 (Enam) Kekuatan Inti untuk menjadi Seorang Entrepreneur Sukses.
Salam Luar Biasa Prima! Wuryanano http://www.wuryanano.com/ Bestselling Book Author of: 1. The Touch of Super Mind. 2. Super Mind for Successful Life. 3. The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit. Penerbit: Elex Media Komputindo (Kelompok Kompas Gramedia)
|
|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,7/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Kamis, 26 November 2009 06:43 |
|
Survei SWA bersama Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI menunjukkan kota serta pelaku wisata terfavorit se-Indonesia. Siapa saja mereka?
"In the middle ages people were tourists because of their religion, whereas now they are tourists because tourism is their religion." Kalimat Robert Runcie, tokoh terkemuka Inggris Raya, ini sangat tepat untuk menggambarkan betapa dunia pariwisata tumbuh begitu pesat, bahkan seolah-olah sudah menjadi agama. Kini, berwisata menjadi suatu kebutuhan. Dilihat secara makro, pariwisata memang telah menjadi salah satu penopang penting perekonomian banyak negara. Di Indonesia pun tampaknya akan demikian sehingga pemerintah memberikan perhatian besar. Berbagai upaya dilakukan untuk menggairahkan pariwisata. Karena itu, SWA menyambut positif kerja sama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI untuk menyelenggarakan Indonesia Tourism Award (ITA) 2009, penghargaan kepada pelaku wisata terbaik. Tahun ini pemilihan pelaku wisata terbaik dilakukan melalui survei terhadap 1.625 wisatawan (lokal dan asing) di 25 kota tujuan wisata di Indonesia. Jadi jurinya adalah wisatawan. Objek yang diperingkat cukup komprehensif, mulai dari kota tujuan wisata hingga pelaku swasta seperti hotel, biro jasa tur dan travel, maskapai, resto, mal, spa, taksi dan lapangan golf. Lebih detailnya, dibagi dalam tiga kategori. Pertama, Indonesia Best Destination, diberikan kepada 10 kota terbaik. Kedua, The Most Favorite in Tourism Industry (hotel, travel, resto, mal, maskapai penerbangan, lapangan golf, spa dan taksi). Ketiga, Tourism Special Award, diberikan kepada kota-kota yang memiliki keunggulan, inovasi dan keunikan dalam pengembangan pariwisata. Khusus kategori pertama, penentuan didasarkan pada besarnya pencapaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pos kelompok Pariwisata. Untuk memilih Indonesia Best Destination digunakan dua parameter: tingkat kepuasan dan net promoter score (NPS). Kepuasan dinilai dari 9 aspek, di antaranya kebersihan dan keramahan. Adapun parameter NPS melihat seberapa besar konsumen merekomendasikan kepada pihak lain untuk mengunjungi kota tersebut. Hasilnya? Yogyakarta patut berbangga. Baik pada indeks kepuasan maupun indeks NPS, kota ini menempati peringkat pertama. Menyusul Yogya di indeks kepuasan adalah Denpasar dan Surabaya. Sementara di indeks NPS, menyusul Denpasar dan Malang. Hasil selengkapnya bisa dilihat di Tabel. Persaingan di segmen hotel tak kalah menarik. Grand Hyatt, Novotel dan Sheraton memimpin di atas. Ini dipandang wajar karena sebagai chain hotel terkemuka, mereka punya sistem yang baik. Akan tetapi, pemain lokal tak mau kalah. Buktinya, Sahid, Nusa Dua Beach dan Santika masuk 10 besar. Sementara itu, untuk kategori hotel nonbintang, terdapat Hotel Nikki, Made Bali, Hotel Pangeran, Hotel Narita Hotel dan Hotel Madani. Umumnya mereka merupakan hotel bintang tiga yang tak punya jaringan di kota lain, tetapi sangat kuat posisinya di kota setempat. Contohnya, Hotel Madani di Medan yang semakin bersinar karena mengusung konsep hotel syariah. Adapun di maskapai penerbangan, Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya Air menempati tiga peringkat atas. Mereka di atas Singapore Airlines (peringkat 8) dan Cathay Pacific (10). Ini bisa dimengerti karena mayoritas wisatawan adalah pengelana domestik sehingga tak banyak berhubungan dengan kedua maskapai itu. Di kategori resto, pelaku yang masuk dalam lima besar adalah Jimbaran Resto, RM Ampera, KFC, Solaria dan RM Garuda. Persaingan di bisnis resto ini cukup ketat dan perbedaan skor juga tipis. Maklum, resto sangat personal sehingga masing-masing resto punya pelanggan loyal. Sementara itu, Plaza Tunjungan, Plaza Ambarukmo dan Mal Pondok Indah berada di tiga besar mal terbaik. Kemudian, Senayan Golf, Dago Resort dan Pondok Indah Golf menjadi pusat-pusat golf terbaik. Yang terbaik lainnya adalah Sari Ayu Martha Tilaar (spa), Anta Tour (biro perjalanan) dan Blue Bird (taksi). Terpilihnya Yogya tidak mengejutkan. Bersama Bali, kota ini adalah tujuan wisata utama di Indonesia. Sektor pariwisata pun memang primadona bagi Pemkot Yogya. Seperti diakui Walikotanya, Hery Zudianto, jumlah wisatawan ke kota ini dari tahun ke tahun meningkat. Tahun 2007 wisatawan asing 100.853 orang dan domestik 1.159.805. Tahun lalu, asing 263.056 orang dan domestik 1.490.656. "Sektor pariwisata menyumbang 30% lebih untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ungkap Hery. Kalau ditinjau dari pajak daerah, sektor pariwisata menyumbang 63%. Fakta ini sebenarnya menarik karena objek wisata Yogya sedikit. Hanya tiga yang menjadi ikon: kawasan Keraton, Malioboro dan Tugu. Lantas, mengapa dikunjungi? Penyebabnya, menurut Hery, walau mengunjungi daerah lain di seputar Yogya dan Jawa Tengah, tetapi biasanya untuk makan, menginap dan berbelanja wisatawan merasa harus di Yogya. Dan belakangan, masih kata Hery, pihaknya memfokuskan pariwisata untuk wisata pendidikan, belanja, kuliner dan nostalgia. "Banyak orang ingin ke Yogya karena pernah belajar maupun kerja di Yogya," katanya. Karena itu pula, Yogya tetap akan mempertahankan sarana transportasi becak dan andong seraya meningkatkan potensi yang sudah ada, seperti menata Malioboro dan mengembangkan Kebun Binatang Gembira Loka. Untuk itu, Hery punya harapan kualitas Bandara Adi Sucipto ditingkatkan. “Kami berharap bandara segera diperbaiki agar pesawat besar bisa mendarat langsung ke Yogya.” Sementara itu, prestasi Bali tak perlu dibahas lagi. Di sana terdapat tak kurang 15 kawasan wisata, 226 objek wisata, 65 tempat rekreasi, 32 tempat pertunjukan wisata dan 167 usaha tirta yang bisa menjadi pilihan para wisatawan. Nyoman Wardawan, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bali, menyebutkan, di tahun 2007 saja di Bali ada 1.973 hotel, sebagian besar tersebar di Kabupaten Badung dan Denpasar. Adapun pengunjung didominasi wisatawan Jepang, disusul Australia, Taiwan, Korea Selatan dan Cina, serta Malaysia. Bila diamati, kota-kota yang wisatanya menggeliat pesat adalah yang pemdanya serius memobilisasi sumber daya. Contohnya, Solo dan Malang. Pemkot Malang, misalnya. Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, dilakukan promosi wisata bekerja sama dengan salah satu operator telepon seluler. Investasi juga diberi kemudahan. "Investor pariwisata yang mengurus perizinan dibebaskan dari segala jenis biaya. Yang kami seleksi hanya kelengkapan administrasi," kata Purnadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Pariwisata Kabupaten Malang. Di Malang, investasi pariwisata memang ditempatkan pada level tinggi dalam hal penyelesaian penanganan. Segera akan ada proyek besar Vulcano Park -- mirip Disney Land -- yang diperkirakan mulai jalan 2012. Proyek seluas 12 hektare ini sedang dalam studi kelayakan tingkat akhir dan pada Februari 2010 akan dibuka tender senilai Rp 1,5 triliun dan pertengahan 2010 mulai dibangun. Kota Solo juga banyak berbenah. Dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata Solo Purnomo, pihaknya membangun banyak pusat wisata baru. Setahun lalu membangun pusat wisata kuliner, Gladag Langen Bogan (Galabo). Di kawasan sepanjang 800 m ini sedikitnya terdapat 75 warung makan yang menjadi unggulan kota itu. Selain Galabo, juga ada wisata malam yang baru diluncurkan, Ngarsopuro Night Market, berlokasi di depan Pura Mangkunegaran. Konsepnya hampir sama dengan Galabo, hanya yang dijual bukan makanan, melainkan kerajinan tangan, cenderamata, garmen dan makanan kering. Dijelaskan Purnomo, pihaknya memiliki visi menjadikan Solo sebagai kota modern dengan tetap mempertahankan tradisi. "Pembangunan Kota Solo harus bertumpu pada nilai-nilai tradisional, tanpa menghindari modernisasi," katanya. Sebab itu, restorasi bangunan kuno sengaja dikonsep sebagai daya tarik wisata. Selain merestorasi bangunan kuno, juga dibangun City Walk yang menghabiskan anggaran Rp 7,3 miliar. City Walk yang ada di Jalan Slamet ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin menikmati Solo dengan berjalan kaki. Lalu, untuk menggairahkan kegiatan seni dan budaya, setiap tahun digelar sejumlah event, seperti Solo Batik Carnival, Solo Batik Fashion, Solo International Etnic Musik dan Solo International Perfomance Arts. Harus diakui, kota-kota yang pariwisatanya sukses biasanya juga rajin berpromosi. Yogya, seperti dituturkan walikotanya, memiliki lembaga khusus mengelola promosi, Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) yang dikelola pelaku wisata di kota itu. Anggarannya diambilkan dari pajak hotel dan restoran. Di luar BP2KY, pemda juga gencar berpromosi melalui travel dialogue, pameran, dan iklan di media. Sementara untuk menggaet turis asing, pemda juga rajin mengikuti pameran seperti baru-baru ini mengikuti MATA Fair di Spanyol. Hal serupa dilakukan Bali. Dipaparkan Wardawan, untuk promosi, Dinas Pariwisata Bali rutin mengikuti event pameran di Berlin dan London serta roadshow ke Malaysia, Cina, Australia, India, Jepang, Singapura dan Kor-Sel, selain tetap menggarap pasar dalam negeri seperti Batam, Surabaya, Bandung, Manado dan Jawa Tengah. "Promosi juga dilakukan dengan mengundang jurnalis, tour operator maupun unsur pemerintah untuk datang ke Bali," katanya. Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar menjelaskan, banyak potensi wisata di Indonesia yang bisa dikembangkan, terutama wisata alam dan budaya. Bahkan, kalau alam dan budaya dipadukan, tidak ada duanya di dunia. “Coba cari Borobudur, Komodo, Tangkuban Perahu, dan banyak lagi yang unik, di tempat lain tidak ada. Potensi ini perlu dikembangkan untuk menjadi destinasi unggulan. Tapi kalau bicara regional, dalam pengertian satu daerah bakal susah,” kata Sapta. Depbudpar membidik niche market di pasar-pasar utama. Cara mengenalkannya secara offline dan online. Misalnya, ikut kampanye di beberapa negara yang langsung ke pasar. “Kami juga membuat web, situs jejaring. Malah kami pernah mengumpulkan para bloger,” ujarnya. Pihaknya juga terus melakukan riset tren selera pasar. “Kita harus bisa memenuhi kebutuhan konsumen.” Sapta mengungkapkan, turis yang datang ke Indonesia dari tahun ke tahun terus naik. Tahun 2008, kunjungan turis mancanegara naik menjadi 6,4 juta dari tahun 2007 (5,5 juta. Tahun 2009 ditargetkan angka yang sama dengan 2008, yakni 6,4 juta wisatawan karena situasi krisis global. Untuk menarik wisatawan lokal, Depbudpar menggunakan slogan citra ”Kenali Negerimu Cintai Negerimu”. “Semakin banyak berkunjung ke daerah, orang akan cinta pada Indonesia,” katanya. Karena itu pula, "Riset ini sangat diperlukan bagi kalangan pariwisata sebagai bahan pertimbangan untuk memajukan tempat wisatanya." Reportase: Sigit A. Nugroho, Gigin W. Utomo (Jogja), Silawati (Bali) dan Suhariyanto (Surabaya) Riset: Suryadi Sultan
Sumber: Swa.co.id
|
|
Ditulis oleh <a href="http://www.detiker.com/component/option,com_comprofiler/Itemid,7/task,userProfile/user,88/">arinosan</a>
|
|
Jumat, 13 November 2009 07:53 |
MAU trip ke luar negeri dengan nyaman dan murah? penyedia layanan yaitu Tune Hotels.com yang didirikan oleh Tony Fernandes dari AirAsia menawarkan pengalaman menginap seperti di hotel bintang lima tapi dengan harga bintang satu, yaitu cukup merogoh kocek mulai Rp 42 ribu per malam. Ini merupakan tawaran untuk siapa saja yang mau berwisata ke Penang, Malaysia yaitu kota kuliner terbesar dan kota yang biasa dikunjungi warga Indonesia untuk berobat.
Harga tersebut berlaku selama promosi yaitu antara 1 November hingga 31 Desember 2009 khusus di Tune Hotels.com di pusat kota Penang. Namun di luar waktu tersebut, hotel juga menawarkan harga yang tetap murah mulai dari 35 ringgit Malaysia atau kira-kira setara Rp 90 ribu per malam. Saat Kompas.com diberi kesempatan bermalam di hotel tersebut, desain interior yang modern dan fasilitas kamar yang nyaman, sangat mencengangkan karena semua itu cukup kita nikmati hanya dengan membayarnya murah. "Dalam banyak kasus, wisatawan menghabiskan banyak waktu di luar hotel, tentu tidak masuk akal kalau mereka harus membayar ekstra mahal untuk hotel hanya sekadar tidur," ujar Mark Lankester, Chief Executive Officer Tune Hotels.com. Satu paket dengan penerbangan AirAsia yang berbiaya rendah, trip ke Penang terasa bertambah irit. Tiba di hotel kita bisa istirahat atau langsung memilih berkeliling George Town, kota dengan bangunan bersejarah yang telah dijadikan warisan budaya dunia oleh Unesco. Di George Town kita dapat berkeliling dan masuk ke rumah-rumah tua bergaya kolonial dan rumah tradisional China peranakan. Pemerintah sengaja merestorasi secara total bangunan beserta isinya untuk menyedot antusiasme wisatawan khususnya macanegara. Hingga Desember mendatang banyak diselenggarakan atraksi budaya masyarakat di tempat ini. Selain itu wisatawan juga bisa berpelesir ke kawasan Lebuh Tamil. Di tempat ini terkenal dengan pusat kuliner khas India. Makanan dan minumannya mampu membuat pengunjung betah berlama-lama. Kenyamanan dan keamanan diciptakan bagi pejalan kaki di kawasan ini. Tidak terlihat pedagang yang tumpah ke trotoar atau jalan. Atau saat menemui perempatan tidak ada polusi dan polisi pengatur lalu lintas. Wisata religius juga menjadi ikon negeri ini. Kuil, vihara maupun klenteng dibangun dengan aksen yang eksotik. Salah satunya yang terkenal adalah Kuil Kek Lok Si dengan patung Buddha raksasa yang sedang dalam tahap penyelesaian.
Selain itu, warga Indonesia mengenal Penang sebagai tempat berobat. Memang, kota ini terdapat rumah sakit berkelas internasional seperti Gleneagles Medical Centre, Penang Adventist Hospital dan Island Hospital Penang. Lokasinya asri dan bersahaja, mengantar keluarga berobat tentu harus sekaligus berwisata. Masih banyak tempat-tempat lengkap dengan berbagai kegiatan yang menarik di Penang. Butuh banyak waktu untuk menikmati semuanya dan yang menggembirakan bisa dilakukan dengan biaya yang relatif irit. FIA
|
|